Jumat, 13 April 2012

BAB 4 PENDAPATAN NASIONAL PERTUMBUHAN, DAN STRUKTUR EKONOMI



4.1     KONSEP-KONSEP PENDAPATAN NASIONAL INDONESIA
Isrilah “pendapatan nasional” dalam arti sempit  adalah terjemahan langsung dari national income. Sedangkan dalam arti luas, “pendapatan nasional” danapat merujuk ke Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP); Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Pruduct (NNP); atau merujuk kepada Pendapatan Nasional (PN) alias National Income (NI).
4.1.1 Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Produk Nasional Bruto (PNB) adalah produk domestic bruto ditambah pendapatan neto atas factor luar negeri. Yang dimaksud dengan pendapatan neto atas factor luar negeri ialah pendapatan atas faktor produksi warga negara Indonesia yang dihasilkan di (diterima dari) luar negeri dikurangi pendapatan atas faktor produksi warga negara asing yang dihasilkan di (diperoleh dari) Indonesia. Dari produk nasional bruto dikurangi seluruh penyusutan atas barang-barang madal tetep yang digunakan dalam proses produksi selama setahun.



4.1.2 Metode Penghitungan Nilai Riil
Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi riil, terlebih dahuluharus dihilangkan pengaruh perubahan harga yang melekat pada angka-angka agregat ekonomi menurut harga berlaku (current price), sehingga terbentuk angka agregat ekonomi menurut harga konstan (constan prices) tahun tertentu. Dalam hal ini, ada tiga metode untuk mengubah angka menurut harga berlaku menjadi angka menurut harga konstan yaitu (1) metode revolusi; (2) metode ekstrapolasi; dan (3) metode deflasi.
4.1.3 Metode Penghitungan Nilai Tambah
Nilai tambah (added value) adalah selisih antara nilai akhir (harga jual) sutau produk dengan nilai bahan bakunya. Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan terdapat emapat macam  cara yaitu (1) metode deflasi ganda; (2) metode ekstrapolasi langsung; (3) metode deflasi langsung; dan (4) metode deflasi komponen pendapatan.
Metode deflasi ganda dalam menghitung nilai tambah dilakukan jika keluaran (out put) menurut harga konstan dihitung terpisah dari masukan-atara (intermediate-input) menurut harga konstan. Metode deflasi langsung dilakukan dengan menggunakan indeks harga implisit dari keluran atau secara langsung menggunakan indeks harga produksi yan sesuai, kemudian dijadikan angka pembagi terhadap nilai tambah menurut harga yang berlaku.
4.2     PENDAPATAN PER KAPITA DAN KEMISKINAN
Pertumbuhan ekonomi, yang untuk angka-angka di atas dihitung berdasarkan pendekatan nilai riil produk domestic bruto (groos domestic product), bukan semata-mata menunjukkan peningkatan produk atau pendapatan secara makro. Sekedar gambaran, jika pada tahun 1984 pendapatan per kapita kita baru sekitar US$450 per tahun, kini sudah mencapai peningkatan sekitar US$740. Dengan pendapatan per kapita sebesar ini,Indonesia, merut Bank dunia tergolong sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah.  
4.3     STRUKTUR EKONOMI INDONESIA
Struktur ekonomi sebuah negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat macam sudut tinjauan yaitu:
1.     Tinjauan makro-sektoral;
2.     Tinjauan keruangan;
3.     Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan;
4.     Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan.

Dua yang disebut pertama merupakan tinjauan ekonomi murni, sedangkan dua yang disebut kemudian merupakan tinjauan politik.

Berdasarkan tinjauan makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial); tergantung pada sektor produksi apa/mana yang menjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan. Berdasarkan tinjauan keruangan (spesial), suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan/tradisional dan berstruktur kekotaan/modern.

4.3.1 Tinjuan Makro-Sektoral

Dilihat secara mekro-sektoral [berdasarkan konstribusi sektor-sektor produksi (lapangan usaha) dalam membentuk produk domestik bruto] perekonomian Indonesia yang hingga tahun 1990 masih agraris kini sudah berstruktur industrial. Sumbangan sektor pertanian dalam pembentukan PDB yang pada tahun 1969 masih 46,9% menjadi hanya tinggal 17,6% pada tahun1993 (menurut perhitungan harga konstan tahun 1983). Di lain pihak peranan sektor industri pengolahan (manufacturing) meningkat dari 8,3% menjadi 21,1% untuk ukuran waktu yang sama.

Jadi, ditinjau secara makro-sektoral struktur ekonomi Indonesia sesungguhnya masih dualistis. Sumber daya pencaharian utama sebagian besar penduduk masih sektor pertanian. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut masih agraris. Akan tetapi penyumbangan utama pendapatan nasional adalah sektor industri pengolahan. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut sudah industrial. Semua itu berarti bahwa secara makro-sektoral ekonomi Indonesia baru bergeser dari struktur yang agrar’s ke struktur yang industrial.

4.3.2 Tinjauan Lain

Dilihat dengan kacamata politik, sejak awal Order Baru hingga pertengahan dasawarsa 1980an perekonomian Indonesia berstruktur etatis. Pemerintah atau negara, dengan BUMN-BUMN  dan BUMD-BUMD sebagai kepanjangan tangannya, meripakan pelaku utama ekonomi. Baru mulai pertengahan dasawarsa kemarin peran pemerintah dalam perekonomian berangsur-berangsur berkurang, sesudah pemerintah secara eksplisit melalui GBHN 1983 / pelita IV mengundang kalangan swasta untuk berperan lebih besar dalam perekonomian nasional.

Stuktur  ekonomi yang tengah kita hadapi saat ini sesungguhnya merupakan suatu struktur yang transisional. Kita sedang beralih dari struktur yang agraris ke industrial; dari struktur yang etatis ke borjulis; dari struktur yang kedesaan/tradisional ke kotaan/mederen; sementara dalam hal birokrasi dan pengambilan keputusan mulai desentralistis.

4.4     KONSEP-KONSEP PENDAPATAN DITINJAU KEMBALI

Konsep pendapatan nasional yang selama ini diterapkan dianggap belum memasukkan faktor biaya kerusakan lingkungan di dalam penghitungannya. Akibat, bukan saja angka pendapatan nasional yang dihasilkan berlebihan (over-continued), tapi juga menyebabkan orang menjadi kurang peduli akan lingkungan hidup.

Konsep pendapatan nasional harus di modifikasi, didekorasi dengan biaya kerusakan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan ekonomi. Apabila pendapatan nasional yang di maksud dihitung dengan konsep Gross Domestic Product (GDP) dan biaya lingkungan dilambangkan dengan EC (Environmental Cost), maka secara sederhana GDP yang dimodifikasi dapat dirumuskan sebagai:

Modified GDP = Conventional GDP – Environmental cost

Biaya kerusakan lingkungan (EC) meliputi nilai ekonomi yang hilang akibat missalnya berkurangnya tingkat kesuburan tanah; keruhnya air sungai sehingga penggunaannya menjadi terbatas; penipisan cadangan sumberdaya alam; dan ongkos pemulihan kesehatan yang terpaksa dikeluarkan masyarakat karena pencemaran lingkungan.

Tinjauan ulang konsepsional bukan hanya terhadap pendapatan nasional secara agregat. Akan tetapi juga terhadap konsep pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita gianggap kurang memadai untuk pebandingan internasional. Penyeragaman satuannya ke dalam dollar Amerika Serikat (US$), dengan argumentasi agar dapat diperbandingkan, secara metodologi kini disadari potensial menyesatkan. Daya beli riil pendapatan per kapita tersebut di masing-masing negara tidak tercemin. Sebagai alternatifnya, maka diajukan konsep baru bernama). purchasing power parity (PPP).

BAB 3_Sistem Ekonomi Indonesia



1.    Pengertian Sistem
Sebuah system pada dasarnya adalah suatu  “organisasi besar” yang menjalin hubungan berbagai subjek ( atau objek ) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah system dapat berupa orang-orang atau masyarakat, untuk suatu system social atau system kemasyarakatan,.
Kehadiran subjek-subjek ( atau objek-objek ) semata belumlah cukup untuk membentuk sebuah system. Itu baru merupakan himpunan subjek, atau himpunan objek. Himpunan subjek atau himpunan objek tadi baru membentuk sebuah system jika lengkap dengan perangkap kelembagaan yang mengatur dan menjalin tentang bagaimana subjek/objek yang ada bekerja, berhubungan dan berjalan atau dijalankan. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga atau wadah tempat subjek ( objek ) itu berhubungan, yang mengatur hubungan subjek ( objek ) tersebut agar serasi.
Keserasian hubungan antarsubjek ( antarobjek ) termasuk bagian atau syarat sebuah system  karena sebagai suatu “organisasi”, setiap system mempunyai tujuan tertentu. Guna membentuk dan memelihara keserasian itu maka diperlukan  kaidah atau norma-norma tertentu yang harus dipatuhi oleh subjek-subjek ( objek-objek ) yang ada dalam bekerja dan berhubungan satu sama lain.
Kaidah atau norma dimaksud bisa berupa aturan dan peraturan, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, untuk suatu system yang menjalin hubungan antarorang. Norma tadi biasa pula bisa berupa ketentuan-ketentuan administratif, umapamanya syarat penerimaan dan promosi dalam system kepegawaian, standar prestasi dalam system penggajian.
Sebuah system bukan sekadar himpunan suatu subjek, bukan juga sekedar himpunan kaidah atau norma dan bukan pula sekadar kumpulan lembaga/badan/organisasi. System adalah jalinan semua itu, mencakup subjek ( objek ) dan perangkat kelembagaan yang membentuknya.
System dapat dipilah menjadi beberapa subsistem, yakni system-sistem lebih kecil yang merupakan bagian dari dirinya. Sebaliknya, setiap system pada hakekatnya senantiasa merupakan bagian dari sebuah suprasistem, yakni sebuah system lebih besar kemana ia menginduk. Suatu system tidak bisa berdiri sendiri, melainkan terkait dengan system lain.
Kesadaran dapat menghindarkan kita dari perangkap kepicikan, yakni memandang sesuatu secara tegar hanya berdasarkan tinjauan sempit sebuah bidang. Sebaliknya, kesadaran demikian akan memperluas wawasan kita, yakni memandang secara arif berdasarkan pemahaman lintas bidang. System ekonomi tidaklah berdiri sendiri, ia terkait dengan system-sistem lain dalam sebuah suprasistem kehidupan social-kemasyarakatan.
2.    System ekonomi dan system politik
System ekonomi adalah suatu system yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Subuah system ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek, barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelebagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi ( formal ataupun non formal ), cara kerja, mekanisme hubungan, hukum dan peraturan-peraturan perekonomian, serta kaidah dan norma-norma lain ( tertulis atau tidak tertulis ).
Suatu system ekonomi tidaklah berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sebuah system ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suprasistem kehidupan masyarakat.
System ekonomi berkaitan erat dengan system-sistem sosial lain yang berlangsung didalam masyarakat. Kecenderungan umum bahwa system ekonomi disebuah Negara “bergandengan tangan” dengan system politik di Negara bersangkutan.
System ekonomi suatu Negara dikatakan bersifat khas, sehingga bisa dibedakan dari system ekonomiyang berlaku atau diterapkan di Negara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti :
1.    System kepemilikan sumber  daya atau faktor-faktor produksi
2.    Keleluasan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
3.    Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

3.    Kapitalisme dan sosialisme
Secara garis besar, dikenal dua macam system ekonomi yang ekstrem, system ekonomi kapitalis dan system ekonomi sosialis.
Dalam system ekonomi kapitalis mengakui adanya kepemilikan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Tidak terdapat kekangan atau batasan bagi orang perorangan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
Campur tangan pemerintah atau Negara sangat minim, pemerintah berkedudukan sebagai pengamat dan pelindung perekonomian.
Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sunber daya ekonomi atau faktor produksi diklaim sebagai milik Negara. System ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalan kan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterimakan pada orang perorangan didasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan jasa yang dicurahkan. Campur tangan pemerintah sangatlah tinggi, justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan pokok ekonomi ( what,how, for whom )
Dalam terminolgi teori mikroekonomi, system ekonomi kapitalis merupakan suatu system ekonomi yang menyandarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar, mekanisme pasarlah yang akan menentukan secara efisien ketiga pokok persoalan ekonomi.
Sedangkan system ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat, oleh karena itu pemerintah turut aktif bermain dalam perekonomian. Satu hal penting untuk dicatat berkenaan dengan system ekonomi sosialis adalah bahwa system ini bukanlah system ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.
Diantara kedua system ekonomi tersebut terdapat sebuah system lain yaitu campuaran antar keduanya. System ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh Negara-negara berkembang atau Negara-negara dunia ketiga.



4.    Persaingan terkendali
Iklim persaingan berekonomi dan kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas lepas, melainkan persaingan yang terencana-terkendali. Dalam system ekonomi kapitalis, persaingan bersifat bebas tanlpa kendali pemeriontah. Sedangkan dalam system ekonomi sosialis, perencanaan terpusat, sehingga persaingan praktis terkendali, atau bahkan tidak ada sama sekali. Indonesia tidak demikian. Persaingan tetap/ada, akan tetapi dalam beberapa hal terkendali. Pemerintah turut bermain dalam perekonomian yaitu berperan sebagai stabilisator dan dinamisator yang dimainkan baik oleh lembaga departemen ataupun badan-badan usaha milik Negara.

5.    Kadar kapitalisme dan sosialisme
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar masing-masing “isme” ini mewarnai perekonomian, dapat dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama adalah dengan pendekatan factual structural, yakni menelaah peranan pemerintah atau Negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah, yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur kadar kerterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan factual structural, dapat digunakan persamaan Agregat Keynesian yang berumuskan Y= C + I + G + ( X-M ). Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan nasional dirinci menurut penggunaan atau sektor pelakunya. Kesamaan ini merupakan rumus untuk menghitung pendatan nasional dengan pendekatan pengeluaran. Variabel C melambangkan pengeluaran ( konsumsi ). Variabel I melambangkan pengeluaran investasi perusahaan. Variable G yang melambangkan konsumsi pemerintah. Adapun X dan M masing-masing melambangkan ekspor dan impor.
Pengukuran kadar keterlibatan pemerintah dengan pendekatan factual struktual dapat pula dilakukan dengan mengamati peranan pemerintah secara sektoral. Maksudnya, keterlibatan pemerintah dalam mengatur sector-sektor produksi dan berbagai kegiatan bisnis, terutama dalam hal penentuan harga dan dan tata niaganya.
Dengan pendekatan sejarah dapat dipelajari betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah menrima pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bias ke sosialisme.

Sabtu, 24 Maret 2012

metode belajar di perguruan tinggi


Kiat sukses belajar di perguruan tinggi

Strategi & sistem belajar di perguruan tinggi jelas sangat berbeda dengan cara belajar di sekolah menengah umum. Sebagai seorang mahasiswa kita di wajibkan untuk mempunyai kemampuan dan daya belajar yang lebih dari seorang siswa biasa. Metode pembelajaran ditingkat sekolah menengah atas dan atau setarannya menggunakan metode bimbingan langsung dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. Di sini peran seorang guru benar – benar sangat di perlukan untuk mendidik siswa. Sedangkan metode belajar di perguruan tinggi menuntut setiap mahasiswa untuk memilki kemandirian dan disiplin pribadi. Peran dosen hanyalah sebagai pembimbing dan membantu mahasiswa untuk mempermudah pembelajar di kampus. Keaktifan mahasiswa menjadi pokok utama untuk sukses dalam perkuliahan. Sekali saja tidak aktif mengikuti mata kuliah maka akan ketinggalan banyak materi yang telah diberikan oleh dosen. Keaktifan mahasiswa bukan dinilai dari segi absensi saja, melainkan keaktifan dalam mencatat materi kuliah, dan juga keaktifan dalam berdiskusi dalam rangka memahami materi yang diajarkan.
Dosen-dosen akan sangat senang bila mahasiswanya aktif menanyakan setiap topik yang dibahas di dalam ruang kuliah maupun di luar kuliah. Biasanya dosen menyediakan waktu konsultasi di luar jam kuliah untuk membantu mahasiswa yang kurang memahami materi yang disampaikannya.
Berikut adalah hal – hal yang kiranya perlu diperhatikan untuk kelancaran pekuliahan :
  1. Mekanisme mengikuti kuliah.
    Jangan sampai tidak hadir lebih dari 3 pertemuan, karena anda akan ketinggalan jauh dari materi – materi yang diberikan oleh dosen. Bila anda sering tidak mengikuti kuliah, maka akan sulit untuk menyesuaikan diri pada laju perkuliahan & laju penyampaian materi yang membahas materi kuliah pada saat itu. Sehingga akan menyulitkan anda untuk memahami materi berikutnya.

  2. Pelajari terlebih dahulu materi sebelumnya dan membaca materi yang akan diajarkan.
 Jika masih belum mengerti, diskusikanlah materi tersebut dengan dosen pengajar pada awal kuliah. Akan lebih baik lagi bila kita membaca materi yang akan diajarkan sehingga pada saat perkuliahan kita telah memiliki gambaran perkuliahan secara umum & tidak terlalu asing dengan istilah-istilah baru yang digunakan dalam perkuliahan.

  1. Tugas dan ujian.
Mengumpulkan tugas yang diberikan dosen dengan tepat waktu. Serta mengikuti ujian – ujian dari setiap mata kuliah. Karena hal tersebut termasuk dalam kategori
penambahn nilai, yang tentunya akan sangat membantu nilai anda.

  1. Etika berbicara dan berpakaian.
Tutur kata dan cara berpakaian seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Berbicara dengan sopan dan berpakaian rapi berarti mentaati norma dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Tutur kata yang sopan tentunya akan membuat lawan bicara anda merasa nyaman berbicara dengan anda. Dengan berpakaian rapi selain tidak mengganggu orang lain juga menunjukkan bahwa kita memiliki norma dan sistem nilai yang luhur. Diwajibkan bagi para mahasiswa memakai sepatu saat menghadap dosen dan menghadiri perkuliahan.

Keberhasilan dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi dalam waktu yang relative singkat merupakan impian seluruh mahasiswa, keluarga dan orang tua. Namun untuk dapat mencapai sukses yang diinginkan itu bukanlah hal yang mudah, karena cara belajar di perguruan tinggi lebih bersifat mandiri dibandingkan cara belajar di tingkat pendidikan sebelumnya yang lebih banyak dibimbing secara langsung oleh para guru.
Untuk membantu para mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, maka diperlukan kiat-kiat belajar yang sukses, yakni sebagai berikut.
  1. Waktu mengikuti kuliah.
    Sebelum perkuliahan sebaiknya kita mempelajari terlebih dahulu meteri sebelumnya dan materi yang akan diajarkan. Supaya kita tidak terlalu susah memahami materinya. Materi – materi tersebut kita pelajari dari apa yang tekah kita catat dan dari buku wajib yang ditentukan dosen
Selain sudah membaca materi perkuliahan, kita juga diharapkan tidak terlambat dalam mengikuti perkuliahan, karena jika kita terlambat selain dapat mengganggu kosentrasi dosen dan para mahasiswa lain yang sedang belajar, kemungkinan kita juga tidak akan dapat membuat kesimpulan terhadap materi kuliah yang disampaikan oleh dosen, karena kita tidak mendapatkan informasi materi perkuliahan secara lengkap.
Posisi tempat duduk juga harus anda perhatikan, karena posisi tempat duduk sangat mempengaruhi dalam menyimak materi kuliah yang disampaikan oleh dosen. Jangan sampai tempat duduk menghalangi penglihatan kita terhadap apa yang dituliskan oleh dosen di papan tulis, atau apa yang dipancarkan oleh slide ohp ataupun lcd.
Pada waktu mengikuti kuliah di kelas juga harus mencatat berbagai kata kunci atau hal-hal penting sebagai intisari dari materi yang sedang disampaikan oleh dosen, dan setelah tiba di rumah bentuk catatan yang masih berupa garis besar itu harus disalin kembali secara rinci dan sistematis sesuai pilahan kata yang mudah kita pahami.
  1. Belajar di rumah.
    Agar seluruh materi perkuliahan dapat dipahami secara tuntas, maka kita harus mempelajari kembali seluruh materi kuliah yang sudah diberikan oleh para dosen, karena akan sulit bagi kita untuk memahami materi kuliah jika hanya belajar di ruang kelas pada waktu tatap muka dengan dosen. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk belajar di kelas relative lebih singkat, sedangkan materi kuliah biasanya sangat banyak sehingga proses belajar di kelas biasanya lebih bersifat umum, sedangkan hal-hal yang lebih rinci harus kita baca sendiri dari buku wajib yang telah ditetapkan.
Adapun kegiatan belajar di rumah ini juga termasuk dalam hal mengerjakan berbagai tugas yang diwajibkan oleh dosen agar dapat lebih mendalami materi perkuliahan yang sedang dipelajari.
Agar materi kuliah dapat lebih dipahami, maka dari hasil membaca buku wajib yang telah ditetapkan itu, kita harus membuat ringkasan atau resume. Dalam membuat resume, kita harus menulis kembali pokok-pokok pikiran dari buku wajib yang telah kita baca dengan menggunakan pemiliha kalimat yang kita buat sendiri agar lebih mudah dipahami.
  1. Memanfaatkan perpustakaan
Perpustakaan hanya bersifat membantu kita untuk melengkapi bahan bacaan yang sudah kita miliki sebelumnya. Buku – buku diperpustakaan mampu melengkapi kita untuk mencari referensi atau materi yang belum lengkap. Karena terbatasnya buku – buku yang ada di perpustakaan, sebaiknya setiap mahasiswa memiliki buku wjib yang telah ditentukan dosen sehingga mahasiswa tidak begitu kesulitan mancari materi di perpustakaan.
Namun jika situasi yang belum memungkinkan untuk memiliki buku secara pribadi, atau masih memerlukan buku pelengkap yang lain, maka penggunanaan fasilitas perpustakaan merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi para mahasiswa agar bisa mendalami berbagai materi perkuliahan/pengetahuan yang sedang dipelajari.
Uraian singkat di atas tentang kiat-kiat sukses di perguruan tinggi merupakan pedoman belajar di perguruan tinggi yang berlaku secara umum, semoga tulisan saya dapat membantu teman – teman untuk belajar di perguruan tinggi. Pembaca yang budiman dapat menerapkan kiat-kiat lain yang dirasa lebih mudah untuk diterapkan di lingkungan diri masing-masing. Selamat belajar semoga sukses mengapai cita-cita, amin.

tanggapan tentang kenaikan BBM


Opini tentang kenaikan harga BBM

Tanggapan pribadi

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM pada bulan april mendatang menimbulkan munculnya berbagai tanggapan dari masyarakat. Kenaikan harga bahan bakar mainyak ( BBM ) yang dinilai terlampau tinggi menimbulkan banyaknya penolakan oleh masyarakat terhadap kenaikan harga yang ditetapkan pemerintah. Khususnya kalangan menengah ke bawah. Masyarakat menilai kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM  tidaklah efisien, mereka beranggapan bahwa dengan naiknya harga BBM pada bulan depan justru akan menimbulkan lebih banyak kemiskinan, rakyat kecil akan semakin susah.

Dampak dari akan naikya harga BBM pada April mendatang, mempengaruhi terhadap berbagai aspek di masyararakat. Seperti naiknya tarif angkutan umum, dan yang paling menonjol adalah melambungnya harga sembako. Jika harga BBM naik maka secara otomatis harga sembako di pasar juga ikut naik. Hal tersebut tentunya akan memicu protes dari masyarakat. Untuk makan saja susah apalagi kalau BBM naik? Pasti kehidupan mereka akan susah lagi.
Kenaikan BBM tidak hanya berpengaruh pada bahan bakar bensin saja tapi juga bahan bakar solar. Para solar distributor harus siap – siap menerima keadaan dimana para pembeli solar akan menurun untuk beberapa waktu setelah kenaikan ini.
Kenapa harga BBM harus naik? Banyak masyarakat yang marah akan keputusan menaikan harga BBM namun kenaikan harga ini dikatakan oleh Presiden Indonesia sebagai tidakan yang perlu dilakukan. Mungkin untuk para bensin dan solar distributor, berita ini merupakan berita yang bagus karena harga BBM luar negeri juga naik. Bila harga BBM Indonesia tidak dinaikan, pertaminan maupun distributor bahan bakar lainnya tidak akan dapat mengimpor bensin dan solar

Jika dengan kebijakan menaikan harga BBM ini, pemerintah tidak mendapatkan makna melindungi dan memajukan kesejahteraan umum, tentu ini akan menjadi bola salju yang siap membesar dan meledak setiap saat. Dengan hal ini pun pemerintah dapat dikatakan mengabaikan hak konstitusional rakyat Indonesia, yang artinya pemerintah telah melakukan kesalahan fatal sehingga tidak dapat menyelamatkan (melindungi) dan menjaga kesejahteraan rakyatnya. Sehingga dapat berujung pada mekanisme Impeachment presiden. Namun tentu masih ada harapan untuk mengeluarkan bangsa ini dari keterpurukan ketimbang wacana pergantian presiden.
Sebaiknya pemerintah menyiapkan alternative lain untuk mencegah dampak negative dari kehidupan masyarakat akibat dari kenaikan harga BBM bulan depan. Seperti memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu agar mereka tidak terlalu terbebani dengan kenaikan harga tersebut.